Sinopsis Film Pandora

Jae-hyeok (Nam-gil Kim) seorang pemuda yang malas, setiap hari ia bangun kesiangan untuk bekerja, tak heran bila ia menginap dirumah ibunya selalu kena marah. Ibunya tinggal dengan kakak dan satu keponakannya disebuah rumah makan yang menjadi tumpuan hidup keluarga selama bertahun-tahun, sementara Jae-hyeok tinggal dengan Yeon-joo (Kim Joo-Hyun), istrinya, yang selalu ngomel lantaran kemalasan dan bandelnya Jae-hyeok yang terkadang seperti anak kecil. Jae-hyeok mempunyai 4 sahabat sejak kecil yang juga merupakan rekan kerjanya, mereka Berlima bekerja di sebuah reaktor nuklir terbesar dikorea yang lokasinya tak jauh dari desa tempat mereka tinggal.

Sebenarnya Jae-hyeok tak begitu menyukai pekerjaannya, karena profesi itu juga ayahnya tak selamat pada suatu kecelakaan kerja. Pada suatu malam Jae-hyeok berusaha dan setengah merengek ingin pindah kerja, sontak saja istri dan ibunya langsung marah, bagaimana tidak, Jae-hyeok dengan kemalasannya mana mungkin dapat kerja lagi selain menjadi buruh reaktor nuklir, lagi pula, pekerjaan itu sudah turun temurun beberapa generasi dikeluarga mereka, seperti sebuah tradisi, meski tidak membanggakan. Mau tak mau Jae-hyeok pun menerima semua keputusan dengan kesal.
Keesokan paginya, ketika nenek kakak dan keponakannya sedang menyiapkan menu restoran, terjadi gempa bumi, keponakannya tertimpa puing puing atap, namun beruntung hanya terluka sedikit, Yeon-joo pun yang berada dikantornya segera menuju ke restoran untuk melihat keadaan mertuanya, sementara Jae-hyeok ditempat kerjanya tak henti-hentinya menelpon keluarganya dirumah. Sempat terjadi kepanikan ditempat kerja Jae-hyeok, semua orang sibuk menelpon sanak saudara, namun karena tidak ada kejadian berarti, semua pun kembali bekerja seperti biasa.

Sinopis Film Pandora

Jung Jin-Young (Jin-yeong Jeong) yang merupakan pensiunan pimpinan reaktor nuklir itu sedang dalam perjalanan ketika gempa terjadi dan karena ia merasa khawatir akan keadaan reaktor nuklir, ia memutuskan untuk pergi kesana, sesampainya disana memang tak terjadi apa-apa dan hal ini dikuatkan oleh pimpinan penggantinya yang baru menjabat, namun Jung Jin-Young merasa perlu memeriksa semuanya. Benar saja tak selang beberapa saat kemudian terjadi kejanggalan, ternyata ada salah satu pipa instrumen pendingin yang bocor, dan bila tak langsung diatasi ini akan membawa masalah serius. Pemimpin baru malah menolak dan lebih memilih melaporkan dulu kepusat agar pusat saja yang mengambil tindakan, laporan telah sampai pusat, namun tetap saja lambat ditangani, pemerintah lebih memilih menutupi dari media daripada mengambil tindakan cepat, sementara mereka menunggu perintah dari pusat yang masih bertele tele, kebocoran makin lebar. Akhirnya datanglah tim inspeksi dari pusat untuk menanganinya, dua orang, mereka segera bergegas dititik kebocoran, sementara itu para buruh mendengar bahwa pipa bocor, Jae-hyeok pun memutuskan, bahwa inilah saat yang tepat untuk berhenti bekerja dan pulang, ia trauma dengan apa yang terjadi dengan ayahnya dulu. Namun, para sahabatnya malah ingin membantu tim dari pusat untuk mengatasi masalah, Jae-hyeok karena kesetiakawannya akhirnya ikut juga.

Masalah kian serius, pipa meledak ketika sedang diperbaiki, melukai dua orang tim dari pusat, kebocoran makin parah, dan alarm berbunyi, dengan demikian, secara otomatis pintu keluar instalasi tertutup, semua buruh terperangkap didalamnya, terisolir, karena memang demikian prosedurnya, termasuk Jae-hyeok, keadaan makin parah ketika reaktor kepanasan dan meledak, bangunan luarnya berhamburan, bahkan sampai kerestorannya, semua warga desa panik, namun belum tau apa yang terjadi. Kali ini pemerintah tak bisa membendung media, hanya ada satu cara yaitu evakuasi warga terdekat, dan mengisolasi reaktor nuklir.

Jae-hyeok terbangun dari reruntuhan bangunan, ia mencari para sahabatnya, semua tertimpa reruntuhan, satu persatu ditolongnya untuk keluar, dibantu ayah salah satu sahabatnya dan Jung Jin-Young, mereka berjuang menyelamatkan orang yang bisa diselamatkan, padahal mereka sendiri butuh diselamatkan. Kepanikan nasional terjadi seantero korea semua orang takut akan bahaya radiasi nuklir yang menyebar, karena itu adalah reaktor nuklir terbesar dikorea, radius dan bahayanya bahkan mengancam ibukota seoul. Presiden pun galau dan menghadapi ancaman runtuhnya negara.
Perjuangan untuk mempertahankan hidup yang mengharukan pun dimulai, baik itu Jae-hyeok, Jung Jin-Young, Yeon-joo, kakak dan neneknya. Meskipun akhirnya Jae-hyeok harus mati berkorban demi kelangsungan hidup semua orang, paling tidak untuk orang-orang diluar sana yang tidak terkontaminasi radiasi.

Menurut Mr. Plot Film ini sebenarnya bagus karena akting para aktornya bagus, ide ceritanya juga bagus tentang kemungkinan bahaya nuklir, akan tetapi banyak minusnya, yang pertama adalah plot hole yang kelihatan banget, di awal sebelum terjadi gempa, ada ratusan tikus yang masuk scene yang tampak berlarian didermaga, ga jelas apa tujuannya diperlihatkan tikus sedemikian banyak, kalau untuk jadi tanda alam gempa, gempa yang terjadi tidak terlalu besar banget sehingga terlalu lebai jika pertandanya pakai ratusan tikus. Terus kepanikan nasional juga terlalu lebai, dimana mana panik, orang dengan buru-buru bahkan penjarahan dimana mana, ini mirip dengan bencana zombi, kalau zombi bisa dimaklumi karena agresif, nah ini radiusnya seiring dengan angin dan merambat, agaknya kepanikan terlalu lebai.

Sinopsis Film dalam Trailer Pandora 2016