Sinopsis Film Moana

Dahulunya dunia ini hanya samudera yang sangat luas, sampai datanglah Te Fiti, Dewi yang menjadi ibu dari seluruh daratan dibumi, Te Fiti tidur dan menjelma menjadi sebuah pulau. Semua daratan hijau selama berabad-abad sampai suatu hari seorang pelaut ulung setengah dewa Maui (Dwayne Johnson) dengan kail saktinya berpetualang untuk mencari dan mencuri batu yang ada di jantung Te Fiti, kail Maui sungguh sakti hingga membuatnya bisa berubah bentuk menjadi berbagai macam hewan sesuai keinginan. Setelah berpetualang akhirnya Maui berhasil menemukan Te Fiti dan mencuri batu berharga yang ada dijantung Te Fiti, seketika seluruh pulau menghitam, Maui tak sadar bahwa dengan hilangnya batu te fiti, ia melepaskan sesuatu yang sangat jahat, monster raksasa yang terbuat dari magma atau lava, Maui pun bertarung dengan monster itu, namun nahas, ia kalah, kail dan batu te fiti justeru hilang ditengah samudera dan tak pernah ditemukan.

Ribuan tahun kemudian, Moana kecil sedang mendengarkan cerita neneknya tentang kisah petualangan serta keberanian Maui yang telah melegenda di suku mereka, Moana tak seperti gadis kecil yang lain yang takut ketika nenek menceritakan bagian yang mencekam, Moana justeru sangat antusias, setelah selesai bercerita, Mona yang pemberani, tanpa sepengetahuan satupun orang dewasa berlari menuju sesuatu yang sedang menarik perhatiannya, kilauan cahaya lautan yang dilihatnya ditempat ia mendengarkan cerita, sesampainya ia dipantai, terjadi keanehan, air laut tampak hidup dan mengajaknya bermain. Setelah beberapa saat keanehan yang tak disadari moana kecil itu berlangsung, tiba-tiba air laut memberikan batu te fiti, namun sebelum sempat moana melihat batunya, ayahnya menyambar tubuhnya yang kecil untuk menjauhi pantai yang dapat membahayakannya.

Sinopis Film Moana

Moana (Auli’i Cravalho) tumbuh menjadi puteri yang tomboi, lincah dan ceria, ia selalu punya keinginan untuk bermain-main dengan air laut, namun sang ayah dengan sangat keras melarangnya. Suatu hari penduduk suku menemukan keanehan, panen kelapa gagal karena semua daging kelapa busuk, menjadi seperti arang dan tidak bisa dimakan, kemudian ikan-ikan tidak satupun masuk keperangkap ikan. Hal ini membuat mona yang sejatinya didaulat menjadi pengganti ayahnya untuk menjadi pemimpin suku berpikir untuk mengarungi lautan lebih jauh guna mencari ikan, namun ayahnya dengan sangat keras melarang seluruh peduduk suku mengikuti kemauan moana, tidak ada yang boleh melewati garis karang yang telah ditetapkan. Ini membuat mona kesal, namun neneknya datang dan menghibur mona, ia berkata bahwa ini lah saatnya untuknya menunjukkan sesuatu pada moana.

Mereka berjalan menaiki bukit yang tak jauh dari pemukiman, sebuah bukit pinggir pantai, nenek menunjukkan tumpukan batu, ia berkata bahwa suku ini sudah melupakan jati dirinya, ternyata tumpukan batu itu adalah pintu masuk sebuah gua rahasia. Dengan antusias moana pun masuk, dan ternyata didalamnya tersimpan belasan perahu, berbagai ukuran, mulai besar hingga kecil, beberapa kapal ada lukisan maui dengan kail saktinya. Hal ini membuat moana tercengang dan tak percaya, bahwa ternyata sukunya pernah disuatu masa mengarungi samudera dengan kapal-kapal itu, jauh melebihi aturan batas karang yang ditetapkan ketua.

Moana bertanya pada sang nenek, mengapa sukunya tak lagi berpetualang di laut lepas, ternyata kisahnya justeru berawal dari sang ayah yang suatu hari berlayar dengan sahabatnya. Sejak jantung Te Fiti hilang, samudera tak pernah tenang, selalu ada badai, selalu ada ombak yang sangat ganas, ayah moana dan sahabatnya sedang berjuang ditengah ombak yang ganas kemudian satu hantaman ombak menghempaskan keduanya, sahabat ayah moana digulung ombak tanpa bisa diselamatkan, sejak saat itu aturan ditetapkan dan semua kapal besar kecuali sampan disembunyikan. Nenek melanjutkan, tanpa te fiti, daratan akan kembali menjadi abu, ia menunjukkan bagian pulau yang mulai menghitam. Namun masih ada secercah harapan, ia sebenarnya diam-diam melihat moana yang waktu itu masih kecil diajak bermain oleh lautan, termasuk saat air laut memberi moana batu te fiti, samudera telah memilih moana sebagai pengemban tugas mengembalikan batu te fiti ketempat semula, namun nenek juga menyadari bahwa moana bukan tandingan monster lava, jadi ia musti mencari maui dan mengajaknya turut serta.

Suatu hari nenek sekarat dan memberi warisan moana kalung yang berisi batu te fiti dan mewasiatkan moana agar segera berangkat, dan mengatakan bahwa ia akan selalu menyertai moana dalam bentuk lain, bentuk ruh ikan pari, seperti tato yang ada ditubuhnya. Dengan derai air mata karena ditinggal wafat neneknya ia berangkat tanpa memperdulikan larangan ayahnya. Ditengah samudera moana digulung ombak dan karam disebuah pulau kecil, moana tampak kesal karena berkali kali meminta laut untuk membantunya namun hingga kapalnya dihantam ombak dan karam tak ada yang dilakukan laut. Akan tetapi tanpa disadari, justeru laut langsung mengantarnya pada pulau dimana maui tinggal. Kesan pertama bertemu dengan maui, ia adalah figur yang sangat sombong dan angkuh, tak seperti bayangan moana yang mengira bahwa ia adalah pahlawan setengah dewa, awalnya maui tidak mau kembali menghadapi monster, bahkan maui menjebak dan mengurung moana didalam gua, mencuri kapal milik moana dan pergi sendirian, bukan mengembalikan te fiti namun kabur dari pulau pengasingannya, dengan gigih moana pun mengejar dengan berenang, dan laut membantunya, mendiring moana dan melemparkannya diatas kapal maui yang melaju kencang, maui kembali melempar moana ke laut, namun berapa kalipun ia berusaha membuang moana ke laut, air laut selalu mengembalikan moana ke atas kapal, begitu seterusnya hingga membuat maui bosan dan akhirnya menyerah, namun tetap tidak mau membantu moana. Kerasnya pendirian maui lama-lama luntur dan tawaran turun, ia tidak mau membantu moana tanpa kail sakti. Petualangan merekapun dimulai, mengarungi samudera melawan bajak laut dan akhirnya sampai ditempat dimana kail sakti hilang, ternyata kail itu dijadikan aksesoris seekor kepiting raksasa, bahu membahu mereka melawan kepiting itu, dan akhirnya maui dan moana berhasil mengambilnya.

Awalnya maui kesulitan berubah bentuk, selalu saja salah, maunya kadal jadi ikan, maunya hiu jadi ikan badut maunya jadi manusia malah jadi setengah hiu dengan kaki manusia, setengah manusia tapi kakinya hiu, dan seterusnya. Satu waktu maui bercerita tentang bagaimana ia dibuang orang tuanya ke laut dan diselamatkan para dewa, yang kemudian memberikan kail sakti yang menjadikan maui setengah dewa, ternyata dari kedekatan itu akhirnya maui berhasil mengembalikan kemampuannya berubah bentuk. Tak terasa sampai lah pada tempat dimana monster lava berjaga, maui dengan percaya diri melawannya, namun tak sampai berapa lama ia pun dikalahkan, kailnya retak, dan kali ini maui benar-benar menyerah, ia malah pergi meninggalkan moana. Dengan putus asa, moana yang ditinggal maui juga menyerah dan mengembalikan batu te fiti ke lautan, laut pun memahami dan mengabulkan permintaan moana untuk pergi, akan tetapi tiba-tiba ruh sang nenek dalam bentuk ikan pari datang, dan kembali menyemangati moana, moana yang telah membuang te fiti terjun ke laut untuk mengambilnya lagi, dan kali ini ia bersemangat untuk menerobos monster lava, tak diduga, maui kembali datang dan membantunya, ia berkata akan mengalihkan perhatian monster sementara moana masuk mengembalikan batunya, moana dengan sekncang-kencangnya berlayar ke pulau dewi te fiti, dan kemudian berlari menaiki sebuah bukit, namun ternyata dibalik bukit itu, moana tak menemukan apa-apa, hanya bekas tempat tidur sang dewi, ia kebingungan, kemana pulau itu, hanya bekasnya saja, ia kemudian melihat monster lava, didada monster itu terdapat ukiran seperti ukiran yang ada dibatu, ia pun langsung sadar bahwa batu itu letaknya justeru dijantung monster lava, moana mengangkat batu te fiti hingga bercahaya dan menarik perhatian monster, laut pun terbelah, monster lava yang sebenarnya tak bisa kena air, masuk ditengah laut yang terbelah, bergegas kearah moana dengan ganasnya, namun sesampainya didekat moana, lava itu memudar, tidak menyerang tapi lebih pada tunduk pada moana, moana pun dengan santainya meletakkan kembali batu kedada monster, lambat laun monster itu berubah, menjadi batu, kemudian terus menghijau dan ternyata monster itulah sang dewi te fiti, ia menjadi monster mengerikan bila batunya diambil.

Semuanya kembali hijau seketika, kail sakti maui yang hancur dikembalikan utuh oleh sang dewi, moana pun kembali ke sukunya, ayahnya mencabut larangan berlayar lebih jauh, kapal-kapal yang disembunyikan dikeluarkan dan merekapun memulai pelayaran dipimpin oleh moana.

Film garapan disney ini sebenarnya klise, si fulan yang mengambil anu meletakkan di anu guna menyelamatkan dunia, petualangannya pun tak seberapa seru, awalnya Mr. Plot kira akan mengalahkan monster lava namun ternyata tidak, tidak ada klimaksnya. Tapi ini adalah film animasi dengan garapan paling halus yang pernah ada, Mr. Plot yakin bahwa skor 8.0 – 9.9 di berbagai situs film bukan salut sama ceritanya tapi justeru pada penggarapan 3D nya, begitu detail dan begitu tipis mendekati gambar nyata, salut lah buat team 3D animatornya.

Sinopsis Film dalam Trailer Moana tahun 2016