Sinopsis Film The Caravan of Pride (Karbala)

Film ini menceritakan sebuah peristiwa yang terjadi pasca syahidnya Imam Husain Bin Ali Bin Abi Thalib di padang Karbala (sebuah kota di irak) yang bertepatan pada hari kesepuluh bulan Muharram tahun 61 Hijriyah, dan putri-putri beserta anak-anak beliau dari keluarga Rasulullah SAW yang terselamatkan dari kematian dalam pertempuran di pada Karbala kala itu. Mereka bersatu dalam sebuah rombongan suci yang digiring berjalan kaki menyusuri jalanan panas nan tandus padang pasir dibawah pengawasan pasukan Yazid Ibn Muawiyah dengan diselimuti kesedihan dan kepedihan yang mendalam menuju istana Ibn Ziyad di Kufah (sebuah kota di Irak) yang kemudian dilanjutkan ke istana Yazid di Syam (sekarang Syria).

Sebuah perjalanan duka yang diwarnai adegan-adegan penyiksaan dan kedzaliman. Namun, kesabaran dan ketabahan selama itu pula terus mengalir membanjiri hati suci Zinab dan keluarga Rasulullah SAW seraya terus menegaskan dengan lantang bahwa kesyahidan Imam Husain sesungguhnya adalah upaya imam untuk menjelaskan dan meluruskan pemahaman umat islam akan pengertian-pengertian yang sesungguhnya telah menjauh dari nilai-nilai keislaman sebagaimana diwariskan oleh kakeknya, Muhammad SAW. Film ini mengisahkan sejarah nyata menyedihkan yang menimpa keluarga Nabi SAW.

Sinopis Film The Caravan of Pride (Karbala)

Sebuah sejarah besar untuk membangun masa deoan islam yang tercatat dalam banyak referensi dan catatan-catatan para pemuka sejarah Islam. Restu beserta izin dari mayoritas ulama besar dan lembaga-lembaa islam dari penjuru Lebanon, Syria, Mesir, Iran mengiringi upaya dokumentasi dan penyebaran film ini.

Film ini merupakan nukilan sejarah, tapi sayang sekali orang Islam cenderung antipati segala hal seputar sekte tertentu, bahkan tanpa disadari lebih kearah antipati atas yang terjadi pada keluarga Rasulullah SAW, pernahkah kalian yang beragama islam bertanya apa yang terjadi, mengapa hadits diriwayatkan paling banyak oleh sahabat ? padahal yang seharusnya mendapat porsi lebih banyak meriwayatkan hidup beliau pastilah saudara dan keturunannya, kecuali telah terlanjur beranggapan keluarga Rasul adalah pembohong, Naudzubillahi mindzalik.